Kijang Inova Diesel merupakan salah satu produk populer buatan Toyota Motor Corporation yang mengadopsi engine fuel system tipe Common rail. Fuel system Common rail sendiri pertama diluncurkan untuk Engine Alat berat Yang mempunayai karakterisitik kering, powerfull dan effisiensi tinggi. Tentunya menjadi keunggulan tersendiri bila diadopsikan untuk sebuah mobil MPV.

1KD-FTV
2KD-FTV
Spesifikasi

TOYOTA D-4D (Direct injection 4-stroke common-rail Diesel engine)

Item1KD-FTV (HILUX, FORTUNER)2KD-FTV (HILUX, FORTUNER, INNOVA)
No. of Cylinders & Arrangement4-Cylinder, In-line¬
Valve Mechanism16-Valve DOHC, Belt & Gear Drive¬
Fuel SystemCommon-Rail Type¬
IntercoolerWithWithout / With *2
Displacement        cm3 (cu. in.)2,982 (182.0)2,492 (152.2)
Bore x Stroke mm (in.)96.0 x 103.0 (3.78 x 4.06)92.0 x 93.8 (3.62 x 3.69)
Compression Ratio18.418.5
Max. Output kW @ rpm120 @ 3,40075 @ 3,600 88 @ 3,600 *2
Max. Torque N·m @ rpm343 @1,400 ~ 3,200200 @ 1,400 ~ 3,200 260 @ 1,600 ~ 2,400 *1 320 @ 2,000 *2
mengadopsi Intercooler pada mesin 1KD-FTV dan menghasilkan output dan torsi yang lebih tinggi. Setiap mesin 2KD-FTV dan mesin 2KD-FTV (HIgh Version) dikendalikan oleh ECU engine yang diprogram berbeda untuk menyesuaikan output dan torsi mereka.
Fuel System Diagram
<src img="Fuel-System.png" wide="459x282" alt="Diagram Fuel System common rail"
Keterangan dan fungsi :
  1. Engine ECU [1] (Electronic Control Unit), Sebagai otak dari sistem kerja mesin yang memberikan perintah injector untuk mengeksekusi kapan, berapa banyak dan berapa lama fuel di injeksikan di dalam ruang bakar.
    • Engine ECU sendiri mendapatkan informasi eksekusi injeksi berdasarkan informasi dari beberapa sensor pendukung, Diantaranya:
      • NE sensor, berfungsi menghasilkan NE Signal untuk Membaca posisi berapa derajat langkah crank shaft dalam siklus putaran, perubahan percepatan.
      • G Sensor, berfungsi menghasilan G Signal untuk membaca posisi camshaft, dalam hal ini NE Sensor Dan G sensor bekerja sama untuk menentukan Injection Timming, FO (Firing order), dan Porsi berapa banya fuel yang akan di injeksikan.
      • Speed Sensor, berfungsi menghasilkan Various signal untuk membaca kecepatan kendaraan.
      • Fuel Pressure Sensor, Berfunsi untuk membaca tekanan di dalam common rail. untuk memberikan perintah kepada SCV (Suction Control Valve) untuk mengatur flow bahan bakar yang akan di pompa oleh fuel Supply Pump.
      • Fuel Temperatur sensor, Membaca temperatur fuel atau bahan bakar.
      • Pedal Accelerator atau pedal Gas [g]
  2. EDU [2](Electronic Driver Unit), mengkonversi ke sinyal tegangan tinggi dengan menerima sinyal injeksi dari ECU engine untuk melakukan operasi respons tinggi.
  3. Common Rail [3] menampung tekanan tinggi fuel yang dikirim oleh fuel supply pump untuk siap di distribusikan pada tiap-tiap injektor. Yang terdapat dua komponen utama yaitu, Fuel pressure sensor dan fuel limiter (untuk membatasi tekanan fuel dalam common rail).
  4. Fuel Supply Pump [4], Merubah tekanan aliran fuel menjadi tekanan tinggi untuk di supply ke common rail.
  5. Injektor [5], mengineksi fuel ke dalam ruang bakar dengan merubah partikel menjadi kabut.
  6. Fuel Filter [6], Menyaring fuel
  7. Fuel Cooler [7], mendinginkan fuel yang kembali dari common rail dan injektor.
Tekanan common rail:
1KD, 2KD with Intercooler30 – 160 MPa (306 – 1632 kgf/cm2, 4351 – 23206 psi)
2KD without Intercooler30 – 135 MPa (306 – 1377 kgf/cm2, 4351 – 19580 psi)

Peringkat: 5 dari 5.

Beranda

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.